Kinerja keuangan PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) di tahun 2026 diproyeksi lebih baik dibandingkan tahun 2025. Proyeksi ini berkaca pada rencana ekspansi kapasitas rumah sakit serta penguatan layanan spesialis yang tengah dijalankan SILO ditahun ini.
Pendapatan SILO pada 2026 bisa tembus Rp15,7 triliun dengan EBITDA di kisaran Rp3,1 triliun hingga Rp4,6 triliun. Proyeksi ini ditopang rencana akuisisi aset rumah sakit dari First REIT, yang akan menghapus beban sewa sekitas 6,4% dari pendapatan kotor.
Rencana ekspansi kapasitas hingga 2,5 kali lipat yang ditargetkan SILO rampung di 2027, berpotensi jadi pendorong pertumbuhan dalam jangka menengah. “ekspansi kapasitas ini berpotensi memacu pertumbuhan pendapatan SIKO melalui peningkatan volume pasien dan layanan spesialis.
Namun, jalam jangka pendek langkah ekspansi berpotensi menekan margin SILO karena kebutuhan investasi cukup besar. Meski demikian dalam jangka menengah, ekspansi berpotensi meningkatkan tingkat okupansi rumah sakit dan menciptakan operating leverage yang lebih baik.
Pencapaian Siloam Hospitals Asri yang telah mencatatkan 500 tindakan transplantasi ginjal, juga dinilai menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan. Terutama, memperkuat reputasi SILO pada layanan medis kompleks dengan tarif tinggi. Hal ini berpotensi meningkatkan revenue per patient dan menarik lebih banyak pasien rujukan.
Dari sisi pergerakan saham, kinerja SILO juga masih moncer dibanding saham emiten kompetitor sejenis. ketahanan saham SILO didukung sentimen positif investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan, termasuk dari ekspansi.
Ketahanan saham SILO disokong fundamental pendapatan yang solid. Ini ditopang layanan spesialis bernilai tinggi, yang membuat kinerja SILO relatif lebih kebal terhadap fluktuasi makroekonomi dibanding emiten lainnya.
Digitalisasi layanan kesehatan serta pemanfaatan teknologi robotik juga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional SILO ke depan. Penggunaan teknologi ini mampu mempercepat proses layanan pasien dan meningkatkan akurasi tindakan medis.
Bagaimana penilaian harga wajar SILO dengan menggunakan pendekatan RIM (Residual Income Model)? akan dibahas selanjutkan.